19 September 2011 - 19:30

"Siapapun yang menyadari fitrah kemanusiaan, tentu akan menjadi seorang yang bertauhid, memperjuangan keadilan dan kemerdekaan dan bergerak bersama-sama memperjuangkan idealisme yang diyakininya. Fitrah Ilahi tersebut terdapat dalam hati-hati setiap orang, dan itu telah menjadi fitrah kemanusiaan, yang tidak menjalankannya berarti menentang kemanusiaannya sendiri."` Tegas Ahmadi Nejad dalam pembukaan Konferensi Internasional Kebangkitan Islam yang diselenggerakan di Teheran, Republik Islam Iran untuk pertama kalinya.

Menurut Kantor Berita ABNA, Doktor Mahmud Ahmadi Nejad dalam pidatonya di hadapan ratusan orang cendekiawan, ulama, ilmuan dan pemikir dari berbagai Negara dalam pembukaan Konferensi Internasional Kebangkitan Islam yang pertama di Teheran Republik Islam Iran menyatakan, "Ajakan rakyat Iran dan Mesir sama, karena memiliki satu tujuan yang jelas. Semuanya melandaskan perjuangannya atas dasar tauhid, penegakan nilai-nilai keadilan, pembelaan terhadap rakyat tertindas dan penentangan terhadap bangsa-bangsa yang arogan."

Presiden Republik Islam Iran ini lebih lanjut mengatakan, "Hari ini masyarakat dunia semenjak beberapa ribu tahun sebelumnya masih juga belum mendapatkan kehidupan yang sesungguhnya dan kesejahteraan sebagaimana yang dikehendaki Allah SWT. Masih saja bangsa yang kuat menindas bangsa yang lemah. Saya tidak percaya semua rakyat Amerika sepakat dengan penindasan dan penjajahan yang dilakukan pemerintahnya terhadap Negara-negara miskin dan lemah. Apakah rakyat Amerika dan Eropa ridha dengan keadaan ini? Ridha dengan ketidak adilan dan penindasan yang makin merajalela? Kita umat manusia belum juga mencapai titik yang dikehendaki Allah."

"Sampai saat ini kita belum juga mencapai perdamaian dunia, belum juga menggapai ketenangan hidup bersahabat antar Negara, dan juga belum memperoleh kemerdekaan dan kebebasan dalam artian yang sesungguhnya. Karenanya umat Islam dan para ahli politiknya harus berusaha bersunguh-sungguh untuk bergerak berjuang mencapai kehidupan yang dikehendaki dan diimpikan bersama tersebut." Lanjutnya.

Lebih lanjut presiden dua periode Republik Islam Iran ini menyatakan, "Saat ini kebangkitan Islam telah menjadi cita-cita bersama umat Islam dan telah terjadi di beberapa Negara Islam. Kebangkitan ini harus memberi konstribusi positif kepada umat Islam dan juga bagi bangsa lain di dunia, sebab itulah yang sesungguhnya menjadi tujuan dari kebangkitan ini, sebagaimana yang dituntunkan oleh Rasulullah saww dan keseluruhan para Nabi yang telah dipraktikkan oleh kaum muwahidin dan kaum mukminin dari masa ke masa."

"Siapapun yang menyadari fitrah kemanusiaan, tentu akan menjadi seorang yang bertauhid, memperjuangan keadilan dan kemerdekaan dan bergerak bersama-sama memperjuangkan idealisme yang diyakininya. Fitrah Ilahi tersebut terdapat dalam hati-hati setiap orang, dan itu telah menjadi fitrah kemanusiaan, yang tidak menjalankannya berarti menentang kemanusiaannya sendiri."` Tegasnya.

Ahmadi Nejad dalam pembukaan Konferensi Internasional Kebangkitan Islam yang pertama tersebut berkata, "Kita harus bersyukur kehadirat Allah SWT yang telah mempertemukan dan mengumpulkan kita dalam majelis ini. Ini adalah sebuah karunia dan taufik yang besar dari-Nya. Dan juga saya berterimakasih kepada semua yang hadir, kepada para ilmuan dan cendekiawan yang saya hormati.

Begitu juga kepada panitia dan pihak penyelenggara yang telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyukseskan kegiatan ini, saya mengucapkan banyak terimakasih."

Presiden Republik Islam Iran itu kemudian menambahkan, "Sepanjang sejarah, jika umat manusia mengikuti fitrah kemanusiaannya maka akan semakin meningkatkan martabatnya dan ini adalah sebuah hakikat kebenaran, namun sebaliknya jika menentang fitrahnya sebagaimana ia diciptakan maka manusia akan menyimpang dari kebenaran. Manusia menyeleweng dari fitrahnya kebanyakan karena kelalaian, atau terlalu memperturutkan hawa nafsu sehingga menjadi penyebar kekacauan di muka bumi."  

"Tuhan menciptakan manusia untuk dua tujuan penting. Untuk memperoleh kebahagiaan di dunia dan akherat. Karenanya kita tidak boleh lalai dan lebih mementingkan satu sisi dibanding yang lain. Umat Islam adalah umat yang berupaya dalam segala aktivitasnya untuk mendapatkan keridhaan Allah sehingga bisa mencapai kebahagiaan di akhirat kelak namun pada saat yang sama juga sangat bersungguh-sungguh dan gigih untuk memperoleh kebahagiaan di dunia dengan membangun masyarakat yang berkeadilan dan sejahtera." Tambahnya.

Mantan walikota Teheran ini lebih lanjut berkata, "Semua para Anbiyah as diutus dan berdakwah untuk mengajak semua umat manusia menjalankan dua misi tersebut. Amal saleh, berjihad di jalan Allah, berhadapan dengan para penindas, membela mereka yang terzalimi, rela berkorban, saling mencintai dan peduli, khidmat adalah wasilah yang menjadi ajaran-ajaran mereka (Anbiyah as) untuk manusia mencapai puncak kesempurnaanya. Allah SWT mempersyaratkan kesempurnaan manusia baru akan dicapai jika dalam masyarakat terjalin perdamaian dan saling bekerjasama antar sesama. Karenanya untuk mencapai titik kesempurnaan itu, adalah kewajiban kita bersama untuk bersungguh-sungguh berusaha untuk mewujudkan perdamaian dunia."

"Ada 3 amalan penting yang mesti dilakukan manusia untuk mencapai derajat kamil sebagai insan. Yang pertama adalah iman kepada Tuhan yang Esa. Iman kepada Tuhan yang Esa adalah fitrah yang dimiliki setiap insan. Menyimpang dari fitrah ini akan menyebankan dosan dan ketersesatan dan sangat mustahil lewat kesyirikan manusia bisa mencapai peradaban yang manusiawi. Syirik adalah kezaliman terbesar. Dan mustahil lewat kesyirikan manusia bisa mencapai kebahagiaan dan kesempurnaannya."

"Amalan yang kedua adalah memperjuangkan kebebasan. Kebebasan adalah anugrah terbesar dari Tuhan untuk setiap umat manusia. Semua para Nabi datang untuk memperjuangan kebebasan manusia, membebaskannya dari perbudakan dan melepaskan segala bentuk beban membelenggu yang berada di pundak-pundak manusia."

"Setiap manusia memiliki hak asasi yang dikaruniai oleh Allah semenjak lahir, dan diantara hak yang paling asasi adalah kebebasan. Amalan berikut adalah memperoleh keadilan. Ketidak adilan menghalangi seorang manusia mencapai derajat kesempurnaannya sebagai manusia."

"Nah, setelah berlalu ribuan tahun, apakah misi dari Anbiyah as telah tercapai? Apakah manusia telah mencapai derajat kemanusiaannya yang paling hakiki? Apakah umat manusia telah menciptakan peradaban yang manusiawi yang akan mengangkat derajat kemanusiaan setiap orang?" Ujarnya.

Dipenghujung pidatonya Ahmadi Nejad mengingatkan, "Inilah tugas kemanusiaan kita, panggilan zaman kita, meraih kebebasan dan memperjuangkan keadilan."